Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan peringatan
Isra Miraj di Istana Negara malam ini. Peringatan yang dihadiri beberapa
menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini berlangsung sekitar pukul 20.00
WIB.
Dalam kesempatan itu SBY menyampaikan beberapa sikap tauladan
Nabi Muhammad SAW harus dicontoh oleh umat Islam di Indonesia.
"Isra Miraj tidak hanya merupakan bagian dari transformasi
spiritual tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan
kita semua untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada apa yang
diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa." Kata SBY
dalam sambutannya, Jumat (7/6).
SBY menegaskan, setiap kali memperingati Isra Miraj, ada dua hal
penting yang patut diteladani. Pertama, mengenang perjuangan Nabi Muhammad
dalam menyebarkan ajaran Islam, utamanya dalam menegakkan salat dan kedua
meneladani perjuangannya yang amat berat untuk membangun umat, bangsa, dan
negara melalui transformasi spiritual dan transformasi sosial.
"Kita harus banyak melakukan transformasi dalam membangun
tata pemerintahan yang baik, mengembangkan partisipasi politik yang lebih luas,
menghormati tatanan hukum, melindungi hak-hak asasi manusia, dan menegakkan
keadilan sosial. Kita harus mengedepankan kehidupan demokrasi yang santun dan
berakhlak mulia. Kita juga harus terus menerus memerangi tindak pidana korupsi,
seraya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas," ujarnya.
Sama pentingnya dengan itu, lanjutnya, kita harus senantiasa
menjaga kerukunan tidak saja antar umat beragama, tetapi juga di antara umat
seagama yang berbeda paham dan penafsiran. SBY mengingatkan umat Islam di
Indonesia memiliki pandangan dan paham yang terkadang tidak sama.
Namun, perbedaan paham keagamaan tidak boleh mencederai
kerukunan, serta memaksakan paham yang diyakininya kepada pihak lain, apalagi
dengan kekerasan.
"Bukankah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita, bahwa
sesungguhnya perbedaan adalah rahmat. Bila kita menyadari makna persatuan dalam
kebhinekaan, dan jika kita menyadari perbedaan adalah rahmat, maka tidak perlu
ada konflik dan permusuhan antara pihak mayoritas dan minoritas,"
imbuhnya.
















