Peninggalan karya Sunan Kalijaga lainnya adalah wayang dan gamelan
yang diberi nama Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu, yang
sekarang tersimpan di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
Dalam hal pewayangan, Sunan Kalijaga dikenal dengan karya/lakon Dewa
Ruci, Jimat Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu. Cerita Dewa Ruci ditafsirkan
sebagai kisah Nabi Khidir, sedangkan Jimat Kalimasada tak lain perlambang dari
kalimat syahadat.
Menurut Babad Tanah Jawi, Sunan Kalijaga adalah putra dari
Wilwantikta, Adipati Tuban. Nama aslinya Raden Said (Raden Syahid), sementara
menurut babad, serat, Sunan Kalijaga juga disebut Syekh Malaya, Raden
Abdurrahman, dan Pangeran Tuban. Sedangkan gelar “Kalijaga” sendiri banyak
berbagai tafsir. Salah satu tafsir, ada yang menyatakan asal kata jaga
(menjaga), dan kali (sungai). Versi ini dilandasi dasar pada penantian Lokajaya
akan kedatangan Sunan Bonang selama tiga tahun di tepi sungai. Ada juga kata
itu diambil dari nama sebuah desa di Cirebon, tempat ia melakukan dakwah.
Salah satu diantara beberapa karya Sunan Kalijaga yang terkenal adalah
tembang ataupun Kidung Rumekso Ing Wengi.
ana kidung rumekso ing wengi
teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno



0 komentar:
Posting Komentar